Feeds:
Posts
Comments

Tes Posting Via Flock

Di Coba

Blogged with the Flock Browser

banner baru

3D – 1991

Ini adalah legenda sebuah kelas yang penuh dengan haru biru, huru hara, dan gelak tawa. Hihihi… Tersebutlah sebuah kelas yang letaknya di panggung aula SMPN I Wates, sehingga kalau sedang ada Penataran, atau Perpisahan dan acara2 lain kita terpaksa mengungsi ke laboratorium. Kelas istimewa dengan murid2 yang istimewa pula. Bukan dari segi prestasi akademik tentu saja, karena dari kelas kami bahkan ga ada yang masuk 10 besar NEM terbaik. Tapi kalau masalah kekompakan dan kekeluargaan, kitalah jagoannya.

Di era itu, kami lah pendobrak tradisi dimana tempat duduk murid selalu sama setiap hari yang hanya bergeser2 setiap minggu. Kelas kami memulai tradisi dengan menentukan tempat duduk dengan sistem siapa cepat dia dapat belakang setiap hari. Betapa dinamisnya, bahkan guru2 juga heran dengan fenomena ini. Sebenarnya pola ini kami terapkan untuk mengantisipasi kebiasaan Bu Prapto guru Bahasa Inggris dengan yang dengan killer instinct-nya sering membinasakan muridnya dengan kata ” Corner please…!!!”. Alhasil setiap hari dimana beliau mengajar kursi2 di pojok sangat ditabukan.

Kami juga membuat gebrakan dengan melakukan silaturahmi ke rumah guru2 sehabis lebaran. Dengan bersepeda beramai2, berbondong2 dan berduyun2 menyerbu rumah guru2 dengan suka cita. Emang sih dapat makan gratis, tapi tentu saja maksud kami yang utama bukan itu. Beberapa guru sampai terharu ketika kami datangi.

Tapi kami punya sejarah kelam yang tak kan kami lupakan. Kami dibantai dengan sadis oleh Pak Biyan, guru geografi keturunan hobbit. Ya…kami bener2 dibantai, kepala sebagian kami dibelah ( istilah dia “diplathok” ), dijitak sekenceng2nya. Tidak peduli dia cewek atau cowok. Korban terbanyak adalah yang duduk di baris meja guru. Emang sih kami salah karena tidak menyalin catatan anak2 kelas 3 C. Untung aku selamat dari pembantaian walaupun aku juga ga bikin tugas. Paginya dahi temen2 korban pembantaian itu terlihat biru. Sedih banget deh.

Inilah mereka murid kelas 3 D tahun 1991 :

1. Astutik
2. Baharuddin Ahmad
3. Damar Sutantri ( anak dari guru SD ku )
4. Dewi Nur Aini ( cewek jagoan, terakhir jadi anggota DPRD Kulonprogo dari PKS, salut )
5. Diyah Restiana Kusumawati alias Menil
6. Darwanto ( kelas 2 pindah ke Irian )
7. Emha … ( aku lupa terusannya yg jelas buka Ainun Najib, dia cewek )
8. Eny Sulistyowati
9. Esti Mulat Sri Ningsih Slamet Mulyani ( rambutnya sepanjang namanya )
10. Evie Darmadiningrum ( jago gitar )
11. Guswanaji
12. Ihsan Budi Santosa
13. Isti Winarni alias ciblek
14. Jemiran ( Pak Tua dia kelairan 1972 )
15. Muhammad Cahyo Savitri ( abis penataran P4 dia pindah ke Mataram )
16. Muhammad Munir
17. Muh Anwar Fikri alias Bakrie
18. Mujiasih
19. Muryati
20. Nurwulan Hidayatun alias Atun
21. Purwanto
22. Priyo Cahyono
23. R. Eko Yunanto
24. Rr. Dyah Rini Kusumastuti
25. Rr. Heny Karuniawati
26. Rr. Yustitya Dyah Permana ( ce idola bersama )
27. Rumiyati
28. Senijem
29. Setiyarini
30. Aku
31. Sigit Siswandoyo ( ga se-SMA tapi kita bareng di Jurangmangu )
32. Slamet Wibowo ( anaknya Pak Pomo guru gambar )
33. Sumarsono
34. Sumiyati
35. Sunarwanto ( dari SMP sampe lulus SMA kita sekelas terus, kuliah kalo aku ngambil UGM kita se-fakultas juga)
36. Swastono Sapto Bintoro
37. Tetra Rianawati ( bintang kelas )
38. Tintin Susilowati
39. Tomi Cahyadi alias Tombol
40. Wawan Hari Purnomo ( tetangga temen dari SD )
41. Yani Widiastuti
42. Candra Savitri ( baru masuk di kelas 2 )
43. Lupa
44. Lupa juga

Yang tahu keberadaan mereka dan kabar mereka, kasih tahu aku ya….

Ket : yang di cetak miring mereka se-SMA ama aku.

Totto-chan

Buku itu sudah kelihatan lusuh. Sampul putihnya telah berganti kuning kecoklatan. Setelah aku buka halaman pertamanya, terlihat parafku dan tertera tanggal 22-07-04. Busyet….sudah tiga tahun buku ini teronggok di rak bukuku. Buku berjudul “Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela” karya Tetsuko Kuroyanagi ini sudah terlalu lama aku sia-siakan. Padahal kata orang yang pernah membacanya buku ini sangat bagus terutama buat pendidikan anak. Setelah merampungkan “Anak Bajang” aku memang sempat tergoda buat membaca Tulalit-nya Putu Wijaya, tapi semalam aku bongkar2 lagi koleksi bukuku buat mencari si Totto-chan ini, dan akhirnya kutemukan dia di gudang belakang. Bertepatan dengan momen Farrel masuk playgroup, akhirnya kutetapkan hati untuk membaca buku ini.

Sampai tulisan ini dibuat aku sudah sampai ke halaman 90. Inti buku ini sih kayaknya tentang pengalaman gadis cilik yang mulai masuk sekolah dengan gurunya yang sangat mengasyikkan. Sampai sejauh ini sih aku merasa buku ini bagus dan mengingatkan bahwa masa kecil adalah momen terindah dalam hidup kita.

Pengalaman pertama masuk sekolah Farrel kemaren seru juga. Hari pertama dia begitu excited tapi diakhiri dengan hampir tertidur di kelas saat menjelang pulang. Hari kedua dan ketiga berjalan lancar. Di hari keempat, saat aku dan istriku sudah mulai kerja, dia nggak mau pakai baju seragam dan diakhiri juga dengan tragedi pipis di kelas. Hari ini seharusnya dia masuk sekolah, tapi karena dari kemaren badannya panas dan batuk dia hari ini tidak masuk sekolah. Cepet sembuh ya Nak….

Membaca buku dengan tidak tuntas memang menjadi kebiasaan burukku sejak lama. Apalagi kalau ditengah kalau sampai di tengah jalan aku merasa bukunya tidak menarik. Telah banyak korban buku yang tak terselesaikan. Dunia Sophie dan Misteri Soliter-nya Jostein Gaarder, Arok Dedes-nya Pram, My Name is Red dan White Castle-nya Orhan Pamuk, Digital Fortress-nya Dan Brown, Taiko-nya Eiji Yoshikawa, Buku keempat Kisah Klan Otori, Clear Present and Danger-nya Tom Clancy dan masih banyak lagi buku2 yang masih belum terselesaikan. Aku sih menganggap buku itu investasi, jadi masih bisa dibaca nanti-nanti.

Targetku sekarang ngabisin Totto-chan disambi baca Buku Pintar TOEFL…….Ayo semangat Mas…!!!

13 Juli 2003

“Saya terima nikah dan kawinnya Doris Octavia binti Haji Yahya Yakub Musri Simbolon dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang Rp. 105.000,- dibayar tunai”.

Tiba-tiba kata-kata itu memantul-mantul disekeliling ruangan dimana aku berada. Ngga terasa 4 tahun berlalu sudah salah satu momen terpenting dalam hidupku. Dimana aku mencoba membangun kembali sebuah keluarga baru dengan aku sebagai pemimpinnya.
Setelah berpengalaman menikahkan kakak dan adikku akhirnya aku kawin juga.
Thanks God…

Setelah melewati pacaran 4 tahun minus 1 bulan, hari itu aku berikrar untuk menjadi suami dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Berat juga ya, mengebiri ego pribadi untuk menyatukan persepsi apalagi kita beda budaya, meminjam istilahnya Samuel Huntington, terjadi benturan antar peradaban.

Kini setelah 4 tahun berlalu, momen itu tak akan aku lupakan. Buat istriku, terima kasih atas semua yang kau berikan termasuk jagoan kita Farrel, maafin aku yang sampe sekarang masih belum bisa memanggilmu “mama”. Kita emang ga sempurna, tapi hanya mencoba berbuat yang terbaik.

Buat mama yang ulang tahun juga di tanggal ini, semoga panjang umur, maaf di usiamu yang ke-50 ini kami masih saja merepotkanmu. Sudah anaknya diambil, ibunya juga masih direpotin buat ngasuh Farrel. Kehadiranmu mampu menggantikan ibuku. Thanks for everything…

Dan di pagi tanggal 13 Juli 2007, ngga tahu kenapa aku jatuh dari tempat tidur. Terjun bebas kayak anak kecil…..hehe. Untung kepalaku ga terbentur lantai, sehingga aku ngga amnesia dan masih ingat kalau hari itu, 4 tahun pernikahanku.

TOEFL

Nggak tahu terpicu dari apa, siapa, dan bagaimana, aku kok tiba-tiba pengen nyobain tes TOEFL. Telat ya…?. Disaat yang lain dah pada dapet beasiswa kemana-mana, aku baru pengen. Lama-lama panas juga sih, ngliat yang lain pada sukses sekolah lagi.

Beli buku udah, dapet software latihan juga udah, cuman baca ama nyoba2 soalnya nih yang males. Gimana nggak, bahasa Indonesia aja aku belum lancar eh berani2nya sekarang nyobain bahasanya wong bule. Yah mudah2an langkah ini adalah pintu untuk membuka kesuksesan yang lebih gilang-gemilang. Lebih baik nyoba daripada nggak sama sekali.

Kemaren2 udah mau ikut ujian beasiswa eh akunya takut kalo keterima. Istriku pas tak tanya boleh ga ikut beasiswa, dia njawabnya boleh aja sih kalo siap ninggalin anak n istri. Degh….aku jadi mikir berkali-kali, karena aku jarang nggak lulus ujian…..(sombong banget ga sih ?). Akhirnya setelah merasa agak dipersulit ama bigboss, aku mundur aja lah, ngasih kesempatan yang lebih muda. Tahun depan sih pengennya ikutan tes wat beasiswa dalam negeri aja biar ga usah jauh2 dari Farrel n keluarga. Tapi kalo ada beasiswa ke Inggris, pengen juga sih ikut kalo syaratnya memenuhi.

TOEFL2……susah banget sih kamu ?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.